Wednesday, January 7, 2009

setengah hari di kota tua ..






































































































































































































































































































































fara's "friendly fire" ...


Ribut2 masalah ‘friendly fire’ yang menimpa pasukan Israel di Jalur Gaza, aku merasa kena ‘friendly fire’ pagi ini. Fire from my own religion forces theory. Kena tembak anakku ketika kisah2 nabi yang pernah kami pelajari menjadi banci dipersandingkan dengan teori evolusi.
Pagi tadi Fara masuk ke kamarku. Sudah berbaju seragam kotak2 sekolahnya, dengan wajah penuh tanya, seperti selang air yang ditutup ujung lubangnya namun akhirnya airnya nyemprot keluar juga …
“Ma, kalo benar kita semua anak cucu Adam, kenapa ada Orang Cina, India, Arab, Amerika, Afrika ?”
Aku terdiam sejenak. Mencerna pertanyaan barusan. Ooh … tentu saja anakku mempertanyakan kenapa keturunan Nabi Adam berbeda2 kulit warna dan bahasanya. Hmm… kelas empat SD seharusnya belum belajar tentang Teori Evolusi. Tapi kenapa pertanyaan sulit kayak gini sudah bertengger di otaknya sih ?
Aku jelaskan sedikit ttg Teori Evolusi yang aku juga dah lupa persisnya. Intinya bahwa bentuk fisik makhluk2, termasuk manusia dipengaruhi oleh lingkungan, kebutuhan dan alamnya. Kemudian, aku minta dia ga bayangkan Nabi Adam dengan penampakan kayak kita sekarang ... kemungkinan penampilannya ala purba krn memang melalui era tersebut ...
Dan aku jadi melongo keliatan bego banget waktu Fara protes : "Gimana Mama menjelaskan kisah Habil dan Qobil (itu anak2 Adam ya ? hehe baru tau) yang sudah hidup menetap, gembalain sapi dan melakukan penguburan terhadap sodaranya yang meninggal ? "
Tergagap-gagap aku bilang secara (ga) jujur, pertanyaan yang sama sebenarnya juga mengganjal pikiran Mama sesekali. Aku janjikan dia untuk mencari tahu, sambil dalam hati mulai merasa pijakanku goyang dengan cerita Nabi2 yang pernah kudengar. Kok ga matching sih ?
Hari itu aku browsing di internet, dan (sementara) menemukan bahwa kedua teori tsb – Teori Evolusi dan Agama – memang bertentangan. Kesimpulan suggest-nya adalah, jangan membahas kedua teori tersebut pada saat yang bersamaan. Itu dua hal yang berbeda so harus dibicarakan secara terpisah.
What ? How come ? Why ? Aku termasuk orang yang rada mendewakan logika. Everything should be explained logically. Ada yang sarankan baca komik Larry Gonnick “Sejarah Peradaban” utk dapet jawabannya. Sementara begitu pulang ngantor, Fara langsung nagih janji penjelasan ke Mamanya. Fyuh… Somebody please help me …

Save our nation !

Ga biasanya, kmrn aku bisa melek sampe malem dan sempat nonton Save Our Nation di Metro TV. Topiknya save our airlines. Bincang2 dgn Chappy Hakim yang mantan Kasau itu.
Aku dah sering baca tulisan2 Chappy di Kompas. Bahasanya lugas dan selalu ada penjelasan2 bergaya intelek. Tapi aku belom pernah bayangin seperti apa orangnya. Kemaren dia muncul dengan penampilan Sersan, serius tapi santai, non-formal tapi tetap perlente. Dan aku cukup menikmati obrolan dengannya dalam tayangan tersebut.
Fakta2 yang tercuat cukup bikin prihatin ttg keselamatan penerbangan kita. Beberapa yang pengen aku catat adalah :
· Bila dibandingkan antara China dengan Indonesia, pertumbuhan ekonomi China lebih tinggi namun pertumbuhan jumlah penumpang pesawatnya jauh lebih rendah. Hal ini karena harga tiket pesawat di Indonesia sangat murah sehingga bersaing dengan transportasi laut dan kereta api. Tapi kalau dihitung secara rasional, mungkinkah harga murah tersebut dapat ditawarkan tanpa mengorbankan keamanan penerbangan dan keselamatan penumpang ?
· Terdapat 121 kesalahan/pelanggaran yang ditemukan dalam pelaksanaan prosedur penerbangan di Indonesia. Dan kesimpulannya, semua bersumber dari kesalahan otoritas regulator penerbangan. Misalnya, penggantian sparepart yang tak kunjung dilakukan walaupun sudah tercatat 100 kali kerusakan yang sama. Gilaaa ….. !! Atau mudahnya memperoleh lisensi untuk terbang dengan mengabaikan kewajiban medical check up bagi pilot tiap 6 bulan dan menjalani skill simulator tiap 3 bulan di mana seorang pilot dilatih tindakan apa yang harus dilakukan untuk menghadapi kemungkinan kecelakaan. Hal lain yang menarik adalah gaji regulator dianggap rendah sehingga pelanggaran2 dan rekayasa2 yang ujung2nya untuk cari fulus sangat mudah terjadi. Ini menjawab pertanyaan mengapa negara2 Eropa melarang maskapai kita terbang ke sana. FAA pun mendowngrade status maskapai kita dari Save menjadi Unsave. Total fault is the answer.
· Contoh kasus Total Fault : Bagaimana mungkin kecelakaan pesawat di Tambolaka terjadi ? Satu, pesawat dengan tujuan Makassar bisa berbelok atau berubah arah ke Tambolaka. Dua, di Tambolaka tidak tersedia bandara yang proper untuk pendaratan pesawat jenis Boeing. Tiga, sebelum tim pencari fakta dari KNKT dating, pesawat sudah diterbangkan ke Makassar. Empat, pesawat tim KNKT yang dikirim ke Tambolaka untuk melakukan penyidikan pun ternyata Boeing lagi, Boeing lagi …. Yaelaaaah ….

· Kecelakaan pesawat di Indonesia umumnya jenis kecelakaan yang “bodoh” dan “nggak mutu”. Hah ? Apa2an ini ? Penjelasannya gini. Industri pesawat adalah industri hi-tech. Segala sesuatu telah diperhitungkan dengan cermat. Artinya, kalau semua prosedur diikuti dengan benar, sangat kecil kemungkinan terjadi kecelakaan karena factor teknis.
· Mudahnya memperoleh lisensi maskapai mengakibatkan ada terlalu banyak maskapai di Indonesia (jumlahnya lebih dari 100 ? sebagian hanya merk doang tanpa punya armada atau punya armada tapi cuma 2-3 pesawat). Untuk melayani jumlah penduduk saat ini, sebenarnya menurut Chappy 4-5 maskapai sudah cukup.
· Akhirnya, institusi independent yang mengawasi pelaksanaan seluruh prosedur penerbangan dengan petugasnya bergaji proper adalah solusi yang ditawarkan Bung C
happy.

Gracie's Choice... A Lifelong Fight ...

When Reader's Digest ran their story in 2000, hundreds of readers sent donations to help this fledgling family stay on its feet. Since then television viewers were able to watch the brothers' lives unfold in the Lifetime movie Gracie's Choice, based in part on their story.
Gracie's Choice is a 2004 television movie that premiered on
Lifetime. This movie stars Kristen Bell as Gracie Thompson, Anne Heche as Rowena Lawson (Gracie's mom), and Shedrack Anderson III as Tommy (Gracie's boyfriend.)
An inspirational story about a teen hero found a way to keep three brothers from being separated. Imagine growing up with a neglectful, drug-addicted mother and three brothers who are about to be scattered to foster homes. This teenage hero found a way to keep them together: Adopt them.
It's not because you claim you love your children, you actually love them. This is the premise for Gracie's Choice. How the person that gave birth to you betrays you, makes your life miserable, this is what this movie is about, and how to overcome all that.
For as long as she can remember, 16 year-old Gracie has been raising her four siblings, each of whom has a different, absent father — and their mother is on the fast track to self-destruction. When these children's lives are about to be pulled apart, Gracie will have to do the impossible and make the ultimate sacrifices to keep her family together. At the age of 17, she decides to be the mother, emotionally and legally, her siblings never had. Inspired by actual events, this movie is sure to touch your heart.
Beat an A- from Yahoo Movie, here below some comments about this great great great movie :
"You got to watch this!!!a very meaningful movie, which kept me watching it from beginning till the end."
"An amazing movie, really! this unknown movie should be getting a lot more notice by people!people do not know what their missing out on! great story, great cast, very interesting plot!its worth your while- much more then many high budget movies!"
"A great movie one of the best of all times."
"This was the best lifetime movie ever.And it had a great cast.Kristen Bell did an awesome job in this film."
Yudhi wrote : Perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Adegan paling mendebarkan adalah ketika adik2 Gracie diberi kesempatan memilih oleh Hakim, apakah akan ikut Ibu atau Kakaknya. Dengan berbagai alasan yang menyentuh, masings mereka akhirnya memilih Gracie,kakaknya. Adegan mengharukan lain adalah saat mereka berempat kakak beradik hanya diberi waktu beberapa menit untuk memilih nama keluarga baru mereka oleh Hakim. Ada yang mengusulkan "How about Potter ! Like Harry Potter!".Ada lagi yang mengajukan Lobo (nama kucing mereka). Akhirnya mereka memilih Whetherly, dari papan nama pejabat di dinding ruang pengadilan.

Monday, December 15, 2008

Celebrating Indonesian Cinema-goers... (Jiffest 2008 Pt. 2)

Memasuki tahun 2000-an kita melihat perkembangan yang menggembirakan dalam industri film Indonesia. Film-film Indonesia saat ini ditonton sebanyak 3 sampe 5 kali lipat jumlah penonton Indonesia pada awal 1990-an. Wiii... hebat ya...
Film Indonesia mulai menunjukkan lagi 2 faktor terpenting dalam suatu industri : tumbuhnya bakat-bakat pembuat film baru dan penonton yang berdatangan kembali ke bioskop untuk film Indonesia.
Kesepuluh film Indonesia yang diputar di Jiffest – yang merupakan 10 film Indonesia terlaris selama sepuluh tahun terakhir - mengumpulkan antara 1.3 sd >4 juta penonton di bioskop. Sekedar perbandingan naïf, kalo satu kursi DPR RI harus didukung 300 ribu pemilih, maka lewat jumlah penontonnya aja setiap film tsb bisa punya antara 5 sd 18 wakil di DPR.... hehe ..
Sepintas ini seperti lelucon. Tapi menonton film dan ikut Pemilu sama-sama melibatkan peristiwa memilih yang berlatar selera dan kecenderungan ideologis, hihi ... mgkn itu sebabnya sejak tahun lalu Presiden dan calon2 anggota parlemen Indonesia beramai-ramai menonton film (
Lisabona Rahman (Kineforum) & Eric Sasono (YMMFI))
Tapi benarkah celebrating Indonesian cinema goers ini adalah perayaan telah bangunnya kembali sinema Indonesia dari tidur panjangnya ? Pls jawab setelah menyimak judul2 yang belakangan marak dibioskop kota anda : Mas Suka Masukin Aja, Kawin Kontrak Lagi, Kutunggu Jandamu, atau Merem Melek … Hmmm … Are you sure ?
My mother always said don't marry for money, divorce for money. Wendy Liebman

dari World Press Photo 08 ...

Mencekam. Merinding. Menggetarkan. Melongo. Takjub. Terpana. Tercekat. Terhipnotis. Tersepona. Klepek-klepek. Kalau bukan Anggas yang narik2 bajuku minta pulang, mau rasanya berhari2 ngendon di Pacific Place sampe pamerannya ditutup. Fara sudah mulai bisa menikmati. Walau kesulitan dengan narasi yang hanya dalam bahasa inggris shg selalu minta penjelasan dariku, yang sama aja meraba2nya hehe … It’s okay, artinya dia tertarik bukan hanya pada keindahan gambarnya tapi juga pada cerita di balik semua foto yang seolah2 berteriak memanggil kami … thx God we’re here in Pacific Place in Dec 14th 2008 at 5 pm, feeling an amazing experience…
Ada 185 prizewinning pictures yang ditampilkan, dibagi dalam kategori spot news, general news, people in the news, sports action, sports feature, contemporary issues, daily life, portaraits, arts n entertainment, dan nature…
Satu yg aku gak mudheng adalah salah satu foto pemenang pertama penghargaan untuk kategori spot news dengan judul ‘Assasination of Benazir Bhutto’ di Rawalpindi, Pakistan Des 2007. Fotonya burem banget, guelaaap, ga jelas fokusnya apa, hanya sosok2 orang yang amat sangat kabur. Kali yang dinilai kenekatan fotografernya saat pengambilan foto dalam kondisi kekacauan pembunuhan dan ledakan bom.
Yang bikin seneng adalah ga seperti yg aku duga, kita ga dilarang motret. Nyeseeeeel banget ga bawa kamera dari rumah, akhirnya cuma ngambil bbrp foto pake HP, sekalipun ada pantulan cahaya di setiap hasilnya. Banyak yang foto2 juga dengan latar belakang foto2 pameran tsb. Karena ‘akeh tunggale’ ya kami nekat foto2 juga…. hehe … yang ajaib, ada pengunjung yang asik foto2 juga, tapi dengan background billboard iklan parfum gede di mall itu …. wakakaka … turis, kale …
About World Press Photo :
WPP is run as an independent, non-profit organization with its office in Amsterdam, where WPP is founded in 1955.
First n foremost, WPP is known for organizing the world’s largest n most prestigious annual press photography contest. Prizewinning photograph are assembled into a traveling exhibition that is visited by over 2 million people in some 45 country worldwide. A year book presenting all prizewinning entries is punlished annually in 6 languages.
WPP has 2 corporate sponsors worldwide – Canon n TNT – n receives support from Dutch Postcode Lottery. The mix in sources of financing helps guarantee the organization’s independence.
Board staff berasal dari berbagai negara dan latar belakang. Kebanyakan fotografer dan orang media, tapi ada juga yang duta besar, CEO Unilever, n lawyer. Tapi there’s no Indonesian. And there’s no Om Si(git Pra)mon(o)… hehe …
Surya Paloh dalam foreword-nya selaku chairman of media group yg host eksibisi ini mengatakan : “… Human are highly visual creatures. We rely on our eyes more than any other sense. Visual communication plays a big part in conveying information to an audience…Photojournalist from all over the world play a large contribution to our awareness of our own surroundings…”
Sedang
Nikolaos van Dam (apanya Van Damme bintang fave bojoku ya? hehe..), dubes Netherlands bilang : “… Freedom of press is a vital condition for the implementation of human rights. I wish the spectators an unforgettable, informative experience…”
.








primitive bungy jumping

























































































hipnotis teve all over the world ...



























































gadis kecil korban incest sdg antri konseling
















seorang gadis sdg menanti giliran aborsinya yang kedua











seorang gadis di tempat praktek aborsi
































































seekor beruang kutub tewas dgn panah di lehernya.







































ritual2 utk menghilangkan 'madness' ala amerika latin...