istriku, perjalanan terjauhku darimu adalah
selaksa syair rasaku untuk selalu menjumpaimu
setiap jarak dan selisih waktu adalah rindu
rentang engkau dan aku tak pernah terbilang waktu
setiap lelaki akan berjalan sangat jauh, sayang
tetapi engkau membuat aku selalu ingin pulang
sebab jiwamu adalah haribaan kelembutan
dan warna hidupmu menyebarkan kesegaran
ijinkan aku menyentuhnya sepanjang usia
sebagai tanda aku senantiasa hasrat untuk setia.
Showing posts with label Say it with a poem .... Show all posts
Showing posts with label Say it with a poem .... Show all posts
Sunday, November 2, 2008
Passage of Time and Purity
Seven years has passed,
And only seven minutes between that…
That we really spoke our minds in person…
For five years that to be happen,
Yet, we never regret that…
We might never…
Talks…
Laugh…
Smile…
Or do like other normal friend do…
And they said eye is the window to the soul?
And minds boggles wandering…
Distances may far…
Life may differ…
We might be stuff of the old tale,
You be the unicorn…
And I’m just the hopeless peasant happens…
Caught a glance of you gaze at me,
And forever trapped in infinite night…
Dreaming the forbidden dream,
Chasing the Unicorn…
We might never have another five years waiting,
We might never know what this will be…
We might never care about this when the sun rise the next day,
But, please allow me…
I am honored to be your friend,
I admire you for being a friend,
Even when I am not perfect,
Even then,
Even when,
You are you…
Never cease to amaze me
Yet the truth is,
The fact that,
Even for a friend,
Even if you don’t care,
You never wanted me to be someone that I can never be…
That I cherish most about you…
And if only,
God himself allows us to meet once again,
Unlike the last time,
In time when we are we,
Not now or were,
Then I promise myself to tell you the moral of this writing,
Until then…
(by AlphaDorK)
And only seven minutes between that…
That we really spoke our minds in person…
For five years that to be happen,
Yet, we never regret that…
We might never…
Talks…
Laugh…
Smile…
Or do like other normal friend do…
And they said eye is the window to the soul?
And minds boggles wandering…
Distances may far…
Life may differ…
We might be stuff of the old tale,
You be the unicorn…
And I’m just the hopeless peasant happens…
Caught a glance of you gaze at me,
And forever trapped in infinite night…
Dreaming the forbidden dream,
Chasing the Unicorn…
We might never have another five years waiting,
We might never know what this will be…
We might never care about this when the sun rise the next day,
But, please allow me…
I am honored to be your friend,
I admire you for being a friend,
Even when I am not perfect,
Even then,
Even when,
You are you…
Never cease to amaze me
Yet the truth is,
The fact that,
Even for a friend,
Even if you don’t care,
You never wanted me to be someone that I can never be…
That I cherish most about you…
And if only,
God himself allows us to meet once again,
Unlike the last time,
In time when we are we,
Not now or were,
Then I promise myself to tell you the moral of this writing,
Until then…
(by AlphaDorK)
Monday, October 27, 2008
bulan pink
……………………………….
……………………………….
……………………………….
Bulan Pink menjawab dengan suara lunak:
Lihatlah buktinya
Sebelum memiliki aku-pun,
kau telah bersedihkarena merindukanku.
Merindukan sesuatu yang bukan milikmu!
........................................
Bulan Pink mendekatkan bibirnya ke jendela kamarmu,
lalu berbisik lirih:
Anak manis, jaga diri baik-baik ya!
Jangan biarkan orang lain mempermainkan perasaanmu
Dan jangan biarkan perasaanmu
mempermainkan dirimu.
Bulan Pink meluncur ke langit timur
dan menghilang di cakrawala.
(by Undil)
……………………………….
……………………………….
Bulan Pink menjawab dengan suara lunak:
Lihatlah buktinya
Sebelum memiliki aku-pun,
kau telah bersedihkarena merindukanku.
Merindukan sesuatu yang bukan milikmu!
........................................
Bulan Pink mendekatkan bibirnya ke jendela kamarmu,
lalu berbisik lirih:
Anak manis, jaga diri baik-baik ya!
Jangan biarkan orang lain mempermainkan perasaanmu
Dan jangan biarkan perasaanmu
mempermainkan dirimu.
Bulan Pink meluncur ke langit timur
dan menghilang di cakrawala.
(by Undil)
Berkelahi dengan waktu
I
Kawan
Penahkah kau ingin menyetop waktu ?
Ketika
Hari2 dalam seminggu seperti roda hardtop menggelinding di jalan turun Bromo
Senin langsung jumat
Selasa sampe kamis ilang
Dan weekend yang kau tunggu, Sabtu dan Minggu
Jam enam langsung jam enam lagi
Jam tujuh sampe jam lima lenyap
Aku pengen
Seperti Princess X dalam film Narnia yang ditonton anakku
Memberhentikan waktu
Tak mendengar dering telpon Boss nagih gawean
Tak mendengar dering hp debitur nanyain kapan proses rampung
Aku akan kebut semua kerjaan
Sampe selesai
Lalu “Thit !”
Aku jalankan waktu kembali utk dunia
Look ! My work already finish !
Everybody happy !
Time to get cuti !
Wuih…. Indahnya ….
Kawan,
Tampaknya gelas waktuku bocor nih
Dan detik2 di dalamnya merembes keluar, menguap entah ke mana …..
II
Kekasih
‘Pa kabar malam ini ?
Aku datang di luar wakuncar
Hanya ‘tuk buktikan
Effort-ku lebih dibanding kekasih2 lain yang cuma mengunjungimu di Kamis malam
Tapi maaf
Apa yang akan kita obrolkan ?
Sedang hati dan benakku bukan pada Mu
Tapi pada angka2 di cashflow dan pada rekap proyek
Lantas aku bingung tergagap
Ketika Kau bertanya
Pelan, tapi dalem
Apakah kuantitas lebih berarti dibanding kualitas ?
by ajatasatru, juli 2008
Kawan
Penahkah kau ingin menyetop waktu ?
Ketika
Hari2 dalam seminggu seperti roda hardtop menggelinding di jalan turun Bromo
Senin langsung jumat
Selasa sampe kamis ilang
Dan weekend yang kau tunggu, Sabtu dan Minggu
Jam enam langsung jam enam lagi
Jam tujuh sampe jam lima lenyap
Aku pengen
Seperti Princess X dalam film Narnia yang ditonton anakku
Memberhentikan waktu
Tak mendengar dering telpon Boss nagih gawean
Tak mendengar dering hp debitur nanyain kapan proses rampung
Aku akan kebut semua kerjaan
Sampe selesai
Lalu “Thit !”
Aku jalankan waktu kembali utk dunia
Look ! My work already finish !
Everybody happy !
Time to get cuti !
Wuih…. Indahnya ….
Kawan,
Tampaknya gelas waktuku bocor nih
Dan detik2 di dalamnya merembes keluar, menguap entah ke mana …..
II
Kekasih
‘Pa kabar malam ini ?
Aku datang di luar wakuncar
Hanya ‘tuk buktikan
Effort-ku lebih dibanding kekasih2 lain yang cuma mengunjungimu di Kamis malam
Tapi maaf
Apa yang akan kita obrolkan ?
Sedang hati dan benakku bukan pada Mu
Tapi pada angka2 di cashflow dan pada rekap proyek
Lantas aku bingung tergagap
Ketika Kau bertanya
Pelan, tapi dalem
Apakah kuantitas lebih berarti dibanding kualitas ?
by ajatasatru, juli 2008
Hinggaplah di dekatku
Wahai burung di langit biru
Bila kau tidak terbang rendah,
atau hinggap di dekatku
Aku tidak akan tahu bahwa
aku bisa menangkapmu
(by undil)
Bila kau tidak terbang rendah,
atau hinggap di dekatku
Aku tidak akan tahu bahwa
aku bisa menangkapmu
(by undil)
B I R U
biru
dingin
beku
tanpa sinarmu
...........?
oh diriku
suka berlebihan
kalau menyangkut dirimu
untungnya aku tahu itu
aku tahu...
(by Undil)
dingin
beku
tanpa sinarmu
...........?
oh diriku
suka berlebihan
kalau menyangkut dirimu
untungnya aku tahu itu
aku tahu...
(by Undil)
Sungguhpun aku memujamu
Rindu,sayang,kagum,
adalah perihnya rasa
yang menderaku karenamu.
Alangkah indahnya bila dirimu
mau menendangnya ke langit,
hingga rinduku, sayangku dan kagumku
hanyalah untuk-Nya.
(by Undil)
adalah perihnya rasa
yang menderaku karenamu.
Alangkah indahnya bila dirimu
mau menendangnya ke langit,
hingga rinduku, sayangku dan kagumku
hanyalah untuk-Nya.
(by Undil)
Kalau Lihat Dia
Kalau lihat dia,
rasanya jadi ingin manja
Soalnya roman mukanya
sepertinya berkata :
“Hai kamu,bermanja-manjalah padaku
Karena aku paling suka
kau jadikan tempat bermanja-manja”
(by Undil)
rasanya jadi ingin manja
Soalnya roman mukanya
sepertinya berkata :
“Hai kamu,bermanja-manjalah padaku
Karena aku paling suka
kau jadikan tempat bermanja-manja”
(by Undil)
Saturday, October 25, 2008
mirror mirror on the wall ...
Di depan cermin aku termangu
Nun di seberang sana kulihat seorang gadis kecil
Bersungut-sungut pada Bundanya ...
Bunda, kenapa sih kau belikan aku Barbie
Padahal aku lebih sayang boneka beruangku
Yang matanya selalu menatapku dengan pandangan lucu
Yang bulunya lembut bila aku belai
Yang memberiku rasa hangat bila kupeluk
Ia kembali mengeluh ....
Bunda, kenapa kau suruh aku minum susu
Sedang aku lebih menikmati Coca Cola
Yang segar membasahi bibirku
Dan perlahan mengaliri kerongokonganku
Melepas semua dahagaku
Kudengar dia menghela nafas panjang ...
Bunda, jangan paksa aku les piano dong ...
Aku lebih suka meniup saxophone
Karena aku ga harus duduk anggun
Tapi bisa menggoyang tubuh sesuka hatiku
Kali ini air matanya sedikit menetes....
Bunda... aku benci menjadi The Swan dalam pertunjukan balet
Aku pengen belajar tari Panji Semirang
Lakonkan satria sejati
Diiringi alunan gamelan bali yang menghentak dan dinamis
Yang sesekali menebarkan pesona mistis
Tapi,
Aku tahu gadis kecil itu punya kamar rahasia
Di sana tersimpan boneka beruang, coca cola, saxophone, dan kaset Panji Semirangnya
Di sana ia mengunci diri saat Bundanya lengah
Dan menikmati seluruh dunianya
Dan menikmati seluruh impiannya
Aku mengunci pintu kamarku
Di depan cermin aku tersenyum
”Kau nakal, sayang...”
Tegurku pada gadis kecil itu
Matanya memandang padaku penuh harap dan merajuk
”Tak bolehkah aku nakal sesaat ?
Karena sungguh, waktunya tak banyak
Untukku bersenang-senang bersama saxophone dan beruangku tersayang...”
Di depan cermin aku menari
Bersama gadis kecilku di seberang sana
Entah sampai kapan .....
by ajatasatru
(setelah puisi2 yang menggugah, 27.02.08 07.45 pm)
Nun di seberang sana kulihat seorang gadis kecil
Bersungut-sungut pada Bundanya ...
Bunda, kenapa sih kau belikan aku Barbie
Padahal aku lebih sayang boneka beruangku
Yang matanya selalu menatapku dengan pandangan lucu
Yang bulunya lembut bila aku belai
Yang memberiku rasa hangat bila kupeluk
Ia kembali mengeluh ....
Bunda, kenapa kau suruh aku minum susu
Sedang aku lebih menikmati Coca Cola
Yang segar membasahi bibirku
Dan perlahan mengaliri kerongokonganku
Melepas semua dahagaku
Kudengar dia menghela nafas panjang ...
Bunda, jangan paksa aku les piano dong ...
Aku lebih suka meniup saxophone
Karena aku ga harus duduk anggun
Tapi bisa menggoyang tubuh sesuka hatiku
Kali ini air matanya sedikit menetes....
Bunda... aku benci menjadi The Swan dalam pertunjukan balet
Aku pengen belajar tari Panji Semirang
Lakonkan satria sejati
Diiringi alunan gamelan bali yang menghentak dan dinamis
Yang sesekali menebarkan pesona mistis
Tapi,
Aku tahu gadis kecil itu punya kamar rahasia
Di sana tersimpan boneka beruang, coca cola, saxophone, dan kaset Panji Semirangnya
Di sana ia mengunci diri saat Bundanya lengah
Dan menikmati seluruh dunianya
Dan menikmati seluruh impiannya
Aku mengunci pintu kamarku
Di depan cermin aku tersenyum
”Kau nakal, sayang...”
Tegurku pada gadis kecil itu
Matanya memandang padaku penuh harap dan merajuk
”Tak bolehkah aku nakal sesaat ?
Karena sungguh, waktunya tak banyak
Untukku bersenang-senang bersama saxophone dan beruangku tersayang...”
Di depan cermin aku menari
Bersama gadis kecilku di seberang sana
Entah sampai kapan .....
by ajatasatru
(setelah puisi2 yang menggugah, 27.02.08 07.45 pm)
menari di bawah hujan
Tadi malam
Seseorang berbaring di sebelahku dan aku memeluknya
Dari temaram cahaya lampu kamar
Terlihat jelas letih membias di wajahnya yang pulas
Tiba2 aku merasakan sesuatu yang hangat menggantung di sudut kelopak mataku
Kekasihku,
usah kau takut pada sang hujan
Mengapa tak kau lemparkan payungmu
Dan hirup puas bau tanah basah
Terguyur air
Mengapa tak kau tanggalkan jaketmu
Dan rasakan butir-butir gerimis bahkan derasnya
Membasahi kulit kita
Mengapa tak kau lepas alas kakimu
Dan injak tanah yang becek
dengan kaki telanjang kita
Sesaat kurasakan tanganku digenggam
“Ada apa sayang ?”
Tergesa kuhapus sudut mataku dengan ujung selimut
Sembari mengatur nafas menutupi isak dan sedan
“Tidak ada apa-apa kok, hanya pilek”
“Tidurlah sayang, hari sudah larut”
Tadi malam
Seseorang berbaring di sebelahku dan aku memeluknya
Ah….. Kekasihku, cintaku, sayangku ..... !
Andai dapat kusampaikan padamu
Seperti awan kepada hujan, seperti kayu kepada api
Tersanjung aku, kaugapai bintang di ujung langit sana
Namun tak ingin aku, kau lupa gapai bintang di hatiku
by ajatasatru, 2008
Seseorang berbaring di sebelahku dan aku memeluknya
Dari temaram cahaya lampu kamar
Terlihat jelas letih membias di wajahnya yang pulas
Tiba2 aku merasakan sesuatu yang hangat menggantung di sudut kelopak mataku
Kekasihku,
usah kau takut pada sang hujan
Mengapa tak kau lemparkan payungmu
Dan hirup puas bau tanah basah
Terguyur air
Mengapa tak kau tanggalkan jaketmu
Dan rasakan butir-butir gerimis bahkan derasnya
Membasahi kulit kita
Mengapa tak kau lepas alas kakimu
Dan injak tanah yang becek
dengan kaki telanjang kita
Sesaat kurasakan tanganku digenggam
“Ada apa sayang ?”
Tergesa kuhapus sudut mataku dengan ujung selimut
Sembari mengatur nafas menutupi isak dan sedan
“Tidak ada apa-apa kok, hanya pilek”
“Tidurlah sayang, hari sudah larut”
Tadi malam
Seseorang berbaring di sebelahku dan aku memeluknya
Ah….. Kekasihku, cintaku, sayangku ..... !
Andai dapat kusampaikan padamu
Seperti awan kepada hujan, seperti kayu kepada api
Tersanjung aku, kaugapai bintang di ujung langit sana
Namun tak ingin aku, kau lupa gapai bintang di hatiku
by ajatasatru, 2008
rindu, gunung dan bukit
Perempuan mengirim pesan pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Lelaki ganti mengirim pesan; aku juga.
Perempuan mengirim pesan pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Rinduku Menggunung. Lelaki membalas pesan; aku juga rindu. Belum menggunung. Masih bukit.
Perempuan terdiam. Masih bukit?, pikirnya dalam hati. Hanya bukit?, pikirnya lagi masih dalam hati. Mmm…
Lelaki tersadar, sesaat setelah mengirim pesan. Tapi tak diralatnya pesan tentang bukit rindu tadi.
Dan perempuan itu setengah merajuk berkata:di mana-mana itu bukit lebih rendah daripada gunung. jadi rinduku padamu jauh lebih tinggi ketimbang rindumu padaku. atau begini, setiap harinya rinduku padamu bergerak menurut deret ukur, sedangkan rindumu padaku berjalan seperti deret hitung. Oh …
Lelaki yang sabar juga tampan itu ganti berkata:jangan berpikir begitu. bukit itu bukan berarti lebih rendah dari gunung. bukit barisan itu coba. terbentang luas.
Dan keduanya tertawa.
Perempuan berkata pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Lelaki balas berkata; aku juga.
Kali ini rindu saja tanpa satuan. Hanya rindu. Lagipula adakah satuan yang tepat untuk dapat menggambarkan perasaan? untuk mendeskripsikan rindu, untuk menjabarkan luasnya kasih, untuk menerangkan suka cita yang berkumpul di hati saat menghabiskan menit-menit bersama yang terkasih?
Dan perempuan itu tak lagi merajuk (ah, ia sebenarnya memang tak berniat merajuk, ia hanya senang membahas hal-hal tak penting bersama lelaki itu. buatnya ini menyenangkan :))
by ata, 10.11.2006
(thx utk seorang teman yang sdh sharing puisi cantik ini)
Perempuan mengirim pesan pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Rinduku Menggunung. Lelaki membalas pesan; aku juga rindu. Belum menggunung. Masih bukit.
Perempuan terdiam. Masih bukit?, pikirnya dalam hati. Hanya bukit?, pikirnya lagi masih dalam hati. Mmm…
Lelaki tersadar, sesaat setelah mengirim pesan. Tapi tak diralatnya pesan tentang bukit rindu tadi.
Dan perempuan itu setengah merajuk berkata:di mana-mana itu bukit lebih rendah daripada gunung. jadi rinduku padamu jauh lebih tinggi ketimbang rindumu padaku. atau begini, setiap harinya rinduku padamu bergerak menurut deret ukur, sedangkan rindumu padaku berjalan seperti deret hitung. Oh …
Lelaki yang sabar juga tampan itu ganti berkata:jangan berpikir begitu. bukit itu bukan berarti lebih rendah dari gunung. bukit barisan itu coba. terbentang luas.
Dan keduanya tertawa.
Perempuan berkata pada lelaki yang dikasihinya; aku rindu. Lelaki balas berkata; aku juga.
Kali ini rindu saja tanpa satuan. Hanya rindu. Lagipula adakah satuan yang tepat untuk dapat menggambarkan perasaan? untuk mendeskripsikan rindu, untuk menjabarkan luasnya kasih, untuk menerangkan suka cita yang berkumpul di hati saat menghabiskan menit-menit bersama yang terkasih?
Dan perempuan itu tak lagi merajuk (ah, ia sebenarnya memang tak berniat merajuk, ia hanya senang membahas hal-hal tak penting bersama lelaki itu. buatnya ini menyenangkan :))
by ata, 10.11.2006
(thx utk seorang teman yang sdh sharing puisi cantik ini)
aku ingin
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan awankepada hujan
yang menjadikannya tiada
by sapardi djoko damono
dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan awankepada hujan
yang menjadikannya tiada
by sapardi djoko damono
Subscribe to:
Posts (Atom)